Amazon Deals

Kamis, 27 Juni 2013

“Petik” Sendiri Soalmu!

Abstraksi Siapa bilang ujian harus duduk diam, menulis, dan berkeringat dingin di atas kursi karena kesulitan mengerjakan soal? Ujianpun bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, bahkan berlarian di dalam kelas. Latar Belakang Murid-murid di SDN 25 Bantan Air Kabupaten Bengkalis hampir selalu bisa mengerjakan latihan soal yang saya berikan sehari-hari, hasilnyapun bagus. Tetapi setiap saya mengumumkan akan mengadakan ulangan atau ujian, seolah siswa-siswa tersebut mengalami mental block (karena panik dan grogi) yang menyebabkan mereka tidak mampu mengerjakan soal. Kondisi Kelas Kegiatan dilakukan di kelas berukuran 5 x 6 m dengan jumlah peserta didik 12 orang, terdiri atas 5 siswa dan 7 siswi.
Latar Belakang Penyampaian Materi Soal penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan memiliki cara penyelesaian berbeda-beda. Kadang siswa merasa bingung, sehingga tertukar cara penyelesaian suatu operasi hitung pecahan dengan operasi hitung lainnya. Siswa juga terkadang merasa kurang percaya diri, apakah jawabannya sudah benar atau belum. Teori/Penjelasan Materi Operasi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan biasa yang memiliki penyebut yang sama, dapat langsung dilakukan dengan menjumlahkan pembilangnya. Sedangkan operasi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan biasa yang memiliki penyebut berbeda, proses penghitungannya harus diawali dengan menyamakan penyebut terlebih dahulu dengan cara mencari KPK-nya. Perkalian pecahan bisa langsung diselesaikan dengan cara mengalikan antar-pembilang dan antar-penyebut. Sedangkan pembagian pecahan merupakan perkalian pecahan dengan invers-nya.
Langkah-langkah 1.Guru menyiapkan kartu soal dengan warna yang berbeda untuk tiap jenis kartu, misalnya warna merah untuk perkalian pecahan, kuning untuk penjumlahan, hijau untuk pengurangan, dan sebagainya. 2.Guru menempelkan kartu-kartu soal di dinding yang berbeda untuk tiap kategorinya dalam posisi dibalik. Jika kegiatan akan dilaksanakan di luar kelas, kartu bisa ditempelkan di pohon yang berbeda. 3.Guru menempelkan kartu jawaban pada sisi dinding yang lain. 4.Guru meminta siswa memilih soal di tiap dinding, minimal 2 soal untuk setiap kategori. 5.Siswa diberikan waktu untuk mengerjakan tiap soal. 6.Siswa yang sudah selesai mengerjakan soal diperbolehkan memilih jawaban dari kartu jawaban. 7.Guru mengoreksi apakah jawaban yang mereka dapatkan sudah benar. 8.Siswa diperbolehkan mengambil soal bonus jika masih ada sisa waktu. Lesson Learned Selain melatih murid-murid menyelesaikan soal-soal matematika dengan cara yang lebih seru, guru dapat menanamkan hal-hal berikut: 1.Belajar antre Seringkali karena terlalu bersemangat memilih soal, siswa-siswa berebut dan meyebabkan kondisi menjadi kacau. Guru bisa mengingatkan siswa untuk belajar antre. 2.Menyelesaikan konflik, belajar mengalah Ada kemungkinan siswa menginginkan kartu soal yang sama, ini adalah kesempatan bagi siswa untuk belajar menyelesaikan konflik dengan cara bernegosiasi dengan temannya. 3.Bertanggung jawab terhadap pilihan Siswa terkadang mendapat soal yang tidak sesuai harapannya. Hal ini adalah kesempatan siswa untuk belajar bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah mereka ambil.

Jumat, 24 Mei 2013

Bermain sambail Belajar Rantai Makanan

Latar Belakang Siswa pada dasarnya lebih mudah memahami sesuatu yang sifatnya langsung. Dengan mempraktikannya di kelas bersama dengan siswa lainnya. Apalagi kelas 4 sebagai kelas transisi dari kelas rendah ke tinggi dimana di kelas 4 ini siswa sudah menghadapi materi pelajaran dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Sehingga diperlukan metode yang tepat untuk memudahkan siswa menangkan serta memahami materi yang disampaikan. Kondisi Kelas Kelas yang memiliki jumlah siswa yang banyak maupun sedikit. Terutama di kelas tinggi sehingga memudahkan dalam pengelolaan kelas. Latar Belakang Penggunaan Metode Belajar yang menyenangkan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif di dalam kelas. Memahami materi dengan pelibatan secara langsung. Selain dapat mengembangkan nilai keberanian juga membiasakan siswa untuk mengidentifikasi langsung lewat sebuah aktivitas. Teori/Penjelasan Materi Siswa terkadang sangat sulit memahami sebuah proses dari suatu peristiwa. Seperti materi IPA kelas 4 tentang Rantai Makanan. Ketika materi ini disampaikan karena dengan terlalu banyak berbicara malahan siswa akan semakin bingung. Maka dengan melibatkan siswa secara langsung sebagai “tokoh” dalam rantai makanan tersebut akan lebih memudahkan siswa memahami materi yang disampaikan. Metode Langkah Pelaksanaan I Guru menyiapkan 6 kartu yang dibuat dari karton bewarna/kertas polos yang bertuliskan kata matahari, tumbuhan, belalang, katak, ular dan elang. Dengan menempelkan double tape di belakang kartu sehingga dapat ditempelkan di baju siswa. Atau guru juga bisa membuat tali, yang nanti kartu tersebut dikalungkan melalui leher siswa. Langkah Pelaksanaan II Mintalah enam siswa maju kedepan dengan mendapatkan 1 peran/kartu dalam rantai makanan tersebut. Siswa berdiri sejajar membentuk satu garis lurus. (Siswa A mendapat kart Katak, dst) Langkah Pelaksanaan III Tempelkan kartu pada siswa sesuai dengan urutan rantai makanan. Minta siswa untuk bergandeng tangan satu dengan yang lainnya. Langkah Pelaksanaan IV Guru membacakaan serta menjelaskan kepada siswa; Tumbuhan memerlukan sinar matahari untuk tumbuh, belalang memakan tumbuhan, katak memakan belalang, ular memakan katak dan burung elang memakan ular. Langkah Pelaksanaan V Mintalah siswa yang memakai kartu bertuliskan ular melepaskan gandengannya dan mundur satu langkah kebelakang. Dalam kondisi seperti ini, guru dapat menanyakan kepada siswa “hewan apa yang akan mati jika tidak ada ular (untuk dimakan)?” Dan seterusnya guru memodifikasi pertanyaan. Lesson Learned Kesempatan terkadang menjadi hal yang sering dilupakan. Akibatnya siswa menjadi pasif. Dengan lebih banyak memerikan aktivitas yang melibatkan siswa secara langsung maka melalui metode seperti ini diharapkan siswa dapat mengembangkan daya berfikir dengan mengidentifikasi/menganalisis sesuatu. Metode Alternatif Selain dengan bergandeng tangan-memutuskan gandengan-mundur satu langkah kebelakang. Guru juga dapat memodifikasi dengan bermain peran. Atau juga membagi dalam beberapa kelompok sehingga masing-masing kelompok tersebut dapat membuat contoh Rantai Makanan. Pendidikan Karakter yang Disisipkan 1. Keberanian dan rasa percaya diri 2. Menghargai guru dan teman yang sedang tampil di depan kelas Kesimpulan Siswa lebih semangat dalam belajar. Dengan mudah mereka memahami materi yang disampaikan. Bahkan dalam pelaksanaannya mereka berebut ingin tampil sebagai “tokoh” rantai makanan tersebut. Agar siswa tidak lupa setelah aktivitas ini dilakukan, kartu-kartu tersebut ditempel di dalam kelas sehingga setiap waktu siswa dapat mempelajarinya.

Kotak Kata – Trik Belajar Kosakata Baru

Abstraksi Kotak Kata merupakan suatu metode sederhana untuk menambah kosakata murid-murid setiap harinya. Latar Belakang Murid-murid saya mengalami banyak kesulitan mengidentifikasi hal-hal di sekitar mereka dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Kosakata mereka dalam Bahasa Indonesia sangatlah terbatas. Kondisi Kelas Jumlah siswa adalah 30 anak. 9 siswa perempuan, dan 21 laki-laki. Anak-anak perempuan dan laki-laki sama-sama aktif dalam mengikuti pelajaran, tetapi dengan cara yang berbeda. Anak-anak perempuan jauh lebih tenang dan mudah diatur, sedangkan anak-anak laki-laki lebih berenergi tinggi dan banyak bergerak. Latar Belakang Penggunaan Metode Murid-murid saya suka mengoleksi berbagai jenis barang. Uang-uangan palsu, pistol mainan, gelang karet, dan lain sebagainya. Mereka cukup kompetitif dalam menambah jumlah koleksi berbagai barang yang mereka miliki. Berangkat dari kertertarikan para murid untuk mengoleksi berbagai macam benda tersebutlah saya mendapatkan ide mengenai kotak kata ini. Dengan kotak kata murid-murid saya dapat bermain sambil belajar kata-kata baru setiap harinya, sambil mengoleksi kartu. Metode Langkah Pertama Metode ‘Kotak Kata’ ini sangat sederhana. Setiap hari, murid diberi satu buah karton berwarna seukuran kartu nama. Di satu sisi karton tersebut saya akan meminta murid-murid untuk menuliskan satu kata, boleh Bahasa Aceh, Bahasa Indonesia, atau Bahasa Inggris. Langkah Kedua Siswa akan diminta untuk menerjemahkan kata yang mereka tulis ke dalam bahasa lain selain bahasa asal kata tersebut. Bahasa lain tersebut ditulis disudut bawah kata tersebut. Langkah Ketiga Saat menulis satu buah kata, mereka dapat menggunakan spidol, pensil warna, atau krayon. Mereka juga diperkenankan untuk menghias kartu mereka dengan gambar-gambar. Langkah Keempat Setiap hari, para siswa diminta untuk mencari terjemahan dari kata yang mereka pilih. Apabila mereka tidak bisa menemukan terjemahan kata tersebut sendiri, mereka bisa bertanya kepada saya, guru-guru, orang tua, kakak, atau tetangga mereka. Langkah Kelima Setelah kata tersebut diterjemahkan, saya akan mengajari mereka cara membaca kata terjemahan yang baru mereka dapatkan. Hasil Belajar Metode ini cukup efektif untuk menambah kosakata anak-anak, karena berangkat dari rasa ingin tahu mereka sendiri.

Minggu, 10 Februari 2013

METODE PEMBELAJARAN EKSTRIM

Sebagai seorang guru dipastikan kita sering menjumpai berbagai fenomena nyata khususnya pada keadaan peserta didik kita baik dalam hal kerajinan, kedisiplinan, etika, dan minat belajar mereka. Dari berbagai fenomena yang kompleks tersebut, seorang guru pun dituntut memiliki metode pembelajaran yang kompleks pula, kompleks dalam arti memiliki banyak cara, banyak inisiatif, banyak alternatif yang bersifat kreatif dan inovatif, selain itu seorang guru harus banyak bersabar pada muridnya untuk mengulang materi, menjelaskan ulang, membimbing mereka, sehingga mereka nantinya selain menjadi menjadi manusia yang berkualitas mereka juga mempunyai karakter yang baik, matang serta stabil. Terlebih lagi pada era globalisasi seperti sekarang ini guru harus banyak belajar untuk selalu mengembangkan kemampuannya dalam upaya meningkatkan kualitas maupun efektifitas pembelajaran, peningkatan SDM guru ini perlu terus-menerus dilakukan akibat dampak dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang cepat ini. Teknik mengajar yang baik dan benar bagi seorang guru merupakan hal yang sangat vital dalam menentukan efektif tidaknya sebuah pembelajaran. Alhasil seorang guru harus selalu berevolusi, dinamis dan terbuka dalam menerima hal yang baru, bukan hanya aktif dalam mengembangkan kemampuannya, namun juga proaktif dalam menyikapi setiap fenomena yang cenderung fluktuatif dan dinamis khususnya dalam dunia pendidikan sekarang ini, usaha untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas guru tersebut dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan, diantaranya mengikuti kegiatan-kegiatan maupun program-program yang berkaitan dengan pengembangan diri secara umum hingga pengembangan terkhusus yang berkaitan dengan peningkatan profesionalitas kinerja guru, misalnya dengan mengikuti seminar-seminar pendidikan, KKG, MGMP, browsing di internet dan sebagainya. Kita semua sependapat bahwa di era kemajuan teknologi yang telah mendunia ini memiliki dampak dan konsekuensi yang sangat besar dan kompleks, bagai pisau bermata dua, sisi lain memberikan dampak positif yang luar biasa namun di sisi lainnya memberikan dampak negatif yang luar biasa pula. Namun sebelum kita membahas tentang dampak dari kemajuan TIK dunia, sebelumnya kita lihat apa saja produk yang dihasilkan di era kemajuan ini, yang kesemuanya itu terlahir dari buah pikiran serta buah tangan dari manusia-manusia yang unggul, manusia yang tidak berhenti belajar, berani mencoba dan mencoba lagi pantang menyerah. Banyak sekali produk dari era kemajuan di zaman teknologi sekarang ini di antaranya; 1. Koran atau media cetak berkembang pesat baik yang konvensional hingga media masa online, 2. Televisi dan radio yang telah mendunia dengan channel yang semakin bertambah dengan signal yang mudah didapatkan, 3. Sambungan telepon atau jaringan telepon seluler pun sudah memasyarakat, 4. Sistem komputerisasi telah diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan, 5. Banyaknya inovasi maupun kreativitas baru dalam menghasilkan fasilitas maupun produk canggih, baik di bidang komunikasi, elektronik, otomotif, robotic, dan lain sebagainya. Dari berbagai produk di atas tentu kesemuanya menjanjikan kemudahan, fleksibilitas, efisiensi, fitur atau fasilitas canggih dan yang terpenting adalah kualitas yang semakin meningkat dari masa kemasa. Sehingga pada saat sekarang ini, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah baik dari aspek komunikasi hingga transportasi. Kemudian beberapa hal yang paling berpengaruh di era globalisasi sekarang selain dari hal-hal yang telah disebutkan di atas yaitu adanya perkembangan internet yang berkembang pesat, internet atau interconnection networking adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung, saat ini fasilitas internet dapat dinikmati bukan hanya di warnet (warung internet) saja, namun layanan ini telah banyak tersedia pada beberapa jenis handphone yang telah menyediakan fitur untuk koneksi internet via mobile, dengan adanya modem mobile internal inilah pengguna handphone dapat langsung “berinternet ria” via mobile internet di hp mereka dengan lebih fleksibel dan efisien. Selain itu beberapa handphone jenis tertentu dapat digunakan sebagai modem eksternal untuk koneksi internet baik dari note book, laptop hingga PC anda tanpa mengganggu lalu lintas panggilan dan pesan yang masuk ke hp kita. Layanan internet atau lazim kita sebut dunia maya ini memberikan banyak manfaat positif bagi guru maupun siswa, di antaranya : 1. Mudah untuk menemukan maupun mencari informasi yang ingin kita ketahui dalam waktu yang relatif singkat, misalnya pencarian web, gambar, audio, video atau pun file-file dalam format lainnya dengan hanya menuliskan kata kunci pada mesin pencari (search engine) saja; seperti di google, yahoo ataupun bing. 2. Sebagai sarana publikasi yang efektif dan mendunia, karena informasi yang telah kita publikasikan di internet akan dapat diakses oleh seluruh pengguna internet di seluruh dunia misalnya; - Share tentang pendidikan melalui jejaring sosial facebook, twiter dll, - Sarana publikasi sekolah, blog atau situs pribadi guru dll. Publikasi sekolah dapat menggunakan berbagai situs dari hosting berbayar hingga yang gratis seperti wikipedia, blog ataupun website. - Iklan online, berita online hingga bisnis online. 3. Penyampaian laporan-laporan sekolah kepada pihak lain, pengiriman surat atau dokumen dalam berbagai format baik word, excel, pdf, photo, mp3, video maupun file-file dalam format lainnya. Pengiriman file ini dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas surat elektronik atau email seperti : gmail atau pun yahoo mail. 4. Dapat mendownload atau mengambil (mengunduh) file dari internet sekaligus dapat mengupload (mengunggah) file ke internet. 5. Chating (bercakap-cakap antar pengguna internet yang sedang online) baik dalam bentuk tulisan, isyarat, kode, gambar bahkan melalui video streaming dengan gambar live dan suara layaknya bertemu langsung antar komunikan. 6. Pengguna dapat mendengarkan musik, radio, hingga menonton video maupun televisi online melalui koneksi internet. 7. Dan lain-lain. Dari berbagai manfaat positif dari penggunaan layanan internet di atas, tentu banyak juga akibat negatif yang ditimbulkan dari pengguna internet yang salah guna, di antaranya : 1. Dengan mudahnya menyebarluaskan informasi, banyak penipuan berawal dari informasi di internet. 2. Sebagian siswa kecanduan game online sehingga menyebabkan kuantitas dan kualitas belajarnya berkurang. 3. Kurangnya peran aktif orang tua dalam memantau anak dalam berhubungan dengan dunia maya atau internet sehingga banyak tulisan, gambar, video maupun tontonan yang tidak senonoh dapat mereka konsumsi dengan bebas dan tak terbatas, hal ini menyebabkan degradasi mental dan merusak pikiran anak secara tajam. 4. Tindak kriminalitas seperti penculikan anak, human trafficking (penjualan manusia) juga sering terjadi disebabkan adanya informasi dan komunikasi antar pengguna melalui jejaring sosial yang tidak terbatas sekarang ini. 5. Dan lain-lain. Setelah kita membaca uraian singkat tentang plus-minus internet di atas, tentu kita sebagai guru merasa miris terhadap pergaulan maupun tingkah laku peserta didik kita khususnya pada sekolah yang berada di lingkungan kota yang secara umum cenderung lebih kompleks pengaruh dari produk globalisasi sekarang ini, namun hal ini pun bukanlah hukum yang mutlak lagi, karena pada akhir-akhir ini pengaruh globalisasi sudah mulai merambah hingga ke daerah pelosok atau daerah yang jauh dari perkotaan seiring dengan penyebaran akses telekomunikasi seluler yang semakin luas hingga ke pelosok daerah, tentu layanan telekomunikasi seluler ini juga menghadirkan layanan akses ke internet di dalamnya. Selain internet, produk globalisasi yang dampak positif dan negatifnya tidak bisa kita anggap remeh adalah televisi, televisi pun dipastikan hampir setiap rumah memilikinya, dan saat ini televisi bukanlah barang mewah lagi. Sebagai contoh untuk daerah di lingkungan SMPN Satu Atap Sungai Karang pun yang notabene belum tersedia jaringan listrik PLN saat ini pun hampir setiap rumah memiliki televisi yang dapat dioperasikan dengan daya diesel maupun genset. Banyak program ataupun acara di televisi yang bagus untuk pelajar, seperti pada chanel televisi edukasi yang hampir 100% programnya membahas tentang pendidikan maupun pada program-program di chanel lain yang pada waktu-waktu tertentu menayangkan program (acara) tentang pendidikan. Di samping itu televisi juga banyak menayangkan berbagai macam acara yang tidak sesuai dengan anak, tentu untuk menekan akibat negatif dari tontonan di televisi ini, orang tualah yang bertanggung jawab penuh dalam membimbing, mengawasi dan mengontrol anak ketika menonton televisi di rumah. Hingga saya pun berkesimpulan bagi anak yang kurang pengarahan, pengawasan atau kontrol, baik dari guru, orang tua bahkan kontrol yang lebih besar yaitu dari masyarakat, sudah barang tentu akibat dari penggunaan fasilitas internet, televisi maupun media masa, majalah, media komunikasi salah guna lainnya yang telah dikonsumsi anak dapat menimbulkan dampak negatif yang kompleks pada anak. Dampak negatif yang kompleks pada anak tersebut akan menyebabkan mental bahkan tanpa mereka sadari sedikit demi sedikit menjelma pada tingkah laku anak, dan jika hal ini terus dibiarkan saya yakin cepat atau lambat mereka akan menjadi anak yang “ekstrim”. Mentalitas ekstrim pada anak dalam artian anak memiliki paradigma sendiri tentang sikap dan tingkah laku yang salah tapi mereka anggap benar, pemahaman yang menyimpang tapi mereka anggap benar, dan beberapa bentuk ekstrimisme-ekstrimisme lainnya yang tentu tidak baik bagi hubungan individu, keuarga dan sosial mereka hingga akhirnya egoisme yang berlebih yang mengagungkan kebenaran pribadi menjadi titik puncak akibat adanya mentalitas ekstrim ini, selanjutnya mentalitas ekstrim ini otomatis akan berimplikasi pula pada tingkah laku, pola hidup bahkan kebiasaan hidup anak dalam kehidupan sehari-harinya. Banyak macam dan peristiwa yang mencerminkan tingkah laku yang tidak baik namun telah dilakukan oleh beberapa oknum pelajar ini di antaranya, : - Perkelahian atau bentrok fisik antar pelajar bahkan antar sekolah. - Anak tidak sopan terhadap guru bahkan orang tuanya. - Pergaulan bebas hingga menyebabkan kehamilan pada pelajar. - Materialisme anak yang berlebih, sehingga mereka menuntut pada orang tuanya untuk mewujudkan keinginannya itu tanpa mau mengerti keadaan orang tuanya. Salah satu contohnya anak minta paksa untuk dibelikan motor baru pada orang tua tanpa mempertimbangan keadaan ekonomi orang tua. - Tidak ada perhatian terhadap materi yang disampaikan oleh guru saat di dalam kelas. - Dan lain sebagainya Sebagai guru yang telah mendapati salah satu sikap yang ekstrim di atas atau pun sikap ekstrim lain yang mencerminkan tingkah laku yang tidak baik pada anak atau pun pelajar selayaknya guru harus menerapkan metode pembelajaran yang tepat, sebab jika guru salah dalam menerapkan metode pembelajaran, pembimbingan maupun pengarahan pada anak tersebut, maka bukan tidak mungkin perubahan positif yang diharapkan akan sulit direalisasikan. Hal ini terjadi akibat tuntutan zaman yang semakin maju pesat dan kompleks ini, kita pun dituntut untuk menerapkan metode maupun teknik pembelajaran yang terus berkembang pula. Saat ini metode pembelajaran yang “ekstrim” pulalah yang tepat untuk anak didik kita, selain sebagai upaya dalam mengatasi ekstrimisme-ekstrimisme siswa tadi sekaligus sebagai metode dan teknik baru dalam memperkaya khasanah keilmuan khususnya dalam aspek pembelajaran yang berusaha menjadikan suasana pembelajaran yang edukatif yang positif, efektif (berhasil guna) serta aplikatif. Metode pembelajaran yang “ekstrim” bukanlah pembelajaran yang berarti pembelajaran yang keras dan berlebihan, apalagi metode pembelajaran yang membahayakan...???. Pembelajaran EKSTRIM adalah pembelajaran yang berusaha memanifestasikan nilai-nilai serta sikap-sikap positif kehidupan kita sehari-hari dalam proses belajar mengajar di sekolah, nilai-nilai serta sikap-sikap positif itu antara lain; Elaboratif. Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern. Guru yang dapat menerapkan pembelajaran EKSTRIM secara sempurna akan mendapati perubahan yang signifikan khususnya mengenai motivasi dan kesadaran siswa dalam belajar ikhlas, selanjutnya kesadaran ini akan mengantar siswa dalam meraih masa depan yang cemerlang. Penjabaran dari metode pembelajaran maupun teknik pembelajaran yang Elaboratif. Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern (EKSTRIM) ini dapat saya uraikan secara singkat, sebagai berikut. 1. Elaboratif Elaboratif merupakan metode pembelajaran yang mengedepankan kejelasan materi ataupun pembahasan yang disampaikan secara detail sekaligus rinci. Jadi, dalam penyampaian materi, pemahaman guru harus optimal atau maksimal terhadap setiap materi atau pembahasan yang disampaikan kepada peserta didik (siswa). Secara teknis metode pembelajaran yang elaboratif dapat dideskripsikan sebagai berikut : - Tahap persiapan, sebelum mengajar lakukan sharing materi atau pembahasan anda pada guru kelas atau guru bidang studi lain, mungkin ada beberapa istilah kata ataupun teori yang berhubungan dengan bidang studi lain yang lebih detail penjelasannya atau mungkin bahkan sudah pernah disampaikan pada siswa atau kelas yang akan anda bimbing. Hal ini dilakukan untuk menghindari perbedaan persepsi siswa terhadap guru-gurunya, jangan sampai antara guru satu dengan guru yang lainnya berbeda pemahaman terhadap sebuah sub pokok bahasan namun penjelasan guru yang satu dengan yang lainnya berbeda. - Penyampaian materi disampaikan oleh guru dengan susunan bahasa yang baik dan benar, intonasi yang tepat, mimik muka serta ekspresi anggota badan maupun tubuh yang mencerminkan penjiwaan yang sinkron dengan tema bahasan, hal ini jelas akan memudahkan siswa dalam memahami sebuah bahasan atau materi. - Materi disajikan secara terstruktur dan sistematis. - Di sela-sela penyampaian materi, siswa diijinkan bertanya tanpa harus menunggu guru selesai menyampaikan materinya. Hal ini dilakukan agar siswa memahami materi pembahasan secara komprehensif (menyeluruh). 2. Konstruktif Materi dan pembahasan yang disampaikan harus bersifat membangun dan baik karena target pendidikan identik dengan perbaikan, peningkatan SDM secara universal, bukan hanya kegiatan formil semata namun inti dari seluruh kegiatan pendidikan ini adalah formula kehidupan yang aplikatif dan efektif dalam mencapai taraf kehidupan yang lebih berkualitas pada siswa nantinya. seandainya pun menggunakan alat peraga dalam penyampaian materi atau pembahasan jangan sampai melakukan tindakan destruktif atau merusak di hadapan siswa. 3. Santun Nasehat yang terbaik adalah keteladanan, sikap guru yang santun serta ramah baik di dalam dan di luar sekolah adalah teladan yang baik bagi siswa dan masyarakat, namun sikap santun kepada siswa di sekolah atau di kelas bukanlah seperti anak yang menghormati orang tuanya, namun seperti orang tua yang mau menghargai anak-anaknya, sehingga terciptalah suasana yang bersahabat dan damai. Terlebih lagi santun serta menghargai setiap siswa dalam proses belajar mengajar adalah kunci seorang guru dalam menciptakan suasana kekeluargaan yang otomatis terciptalah ikatan batin yang positif antara siswa dengan gurunya seperti dekatnya hubungan perasaan antara anak dengan orang tuanya, hal ini akan menimbulkan antusiasme dalam belajar yang ikhlas karena metode pembelajaran yang santun ini sasarannya adalah membuka hati dan perasaan siswa untuk menerima hal-hal baru secara sadar dan ikhlas, untuk selanjutnya ketenangan hati itulah yang akan merefresh otak mereka dalam menerima transfer of knowledge saat itu. 4. Tegas Ketegasan bukanlah kekerasan dan kekerasan bukanlah ketegasan, ketegasan adalah sikap yang pasti dalam memutuskan, pilihan jawabannya adalah ya atau tidak, tidak ada jawaban yang meragukan bagi siswa. 5. Inspiratif Di sela-sela proses pembelajaran, alokasikan waktu sekitar 5 menit untuk menyampaikan beberapa kata-kata yang membangkitkan semangat, kata-kata mutiara yang berintikan motivasi, contoh kalimat yang bisa membangkitkan semangat belajar siswa, seperti; Untuk menjadi pintar memang sulit, tapi lebih sulit lagi kalau tidak pintar. Jati diri bukan dicari, tapi diciptakan, Di mana ada kemauan, di situ ada jalan, Bakat belum tentu mempunyai minat, namun minat dapat menciptakan bakat dan lain sebagainya. Selain itu kita dapat juga menceritakan biografi singkat tentang kisah-kisah orang yang telah sukses, bisa juga tentang hal-hal lain yang sekiranya dapat menyalakan api semangat dalam mewujudkan setiap cita-cita mereka, beri keyakinan yang mendalam akan pentingnya belajar dan berusaha, karena belajar adalah bagian dari usaha itu sendiri. Pelajar berprestasi atau bahkan kisah-kisah orang sukses saat ini, namun yang menjadi highligh dari kisah sukses yang inspiratif diceritakan saat umur sebaya dengan siswa, hal ini akan menimbulkan semangat baru, menjadi motivasi bahkan kreatifitas, inovasi lahir dari sebuah inspirasi (hikmah) Usahakan setiap tatap muka selalu sediakan waktu khusus untuk menginspirasi siswa, terlebih jika kita sebagai guru mereka bisa menjadi sosok yang inspiratif bagi mereka. 6. Modern Gunakan pendekatan yang sesuai dengan jaman mereka untuk mengarahkan siswa, karena mereka lahir di jamannya, bukan lahir di jaman kita. Oleh karena itu, jelas bahwa secara pendidikan alamiah saja, pendidikan alam yang dia alami sangat berbeda jauh dengan apa yang kita alami, sehingga mindset mereka secara alamiah sedemikian rupa dan pastinya jauh berbeda dengan mindset mereka. Demikian sebagian resume dari metode ataupun teknik pembelajaran terbaru yang sedang saya susun, semoga pada akhir tahun 2012 mendatang konsep ini sudah dapat saya realisasikan dalam bentuk buku. Mohon do’a dari rekan-rekan guru semua, dan terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang telah mendukung penulisan tentang metode pembelajaran ESKTRIM ini.